Mad Thobi’i: Peninggalan Nabi Muhammad yang Menginspirasi : gonel.id

Halo pembaca yang budiman! Kali ini, kita akan membahas mengenai mad thobi’i, salah satu konsep dalam ilmu tajwid yang sering digunakan dalam membaca Al-Qur’an. Mad thobi’i mengacu pada cara membaca huruf ‘wa’ yang panjang pada ayat-ayat tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail mengenai konsep mad thobi’i, bagaimana cara membacanya, dan bagaimana pengaruhnya dalam memahami Al-Qur’an.

Apa itu Mad Thobi’i?

Mad thobi’i merupakan salah satu konsep dalam ilmu tajwid, yang mengacu pada cara membaca huruf ‘wa’ yang panjang pada ayat Al-Qur’an. Huruf ‘wa’ panjang pada ayat-ayat tertentu harus dibaca dengan durasi yang lebih lama, agar makna ayat tersebut dapat dipahami dengan baik. Konsep ini memainkan peran penting dalam membaca Al-Qur’an dengan benar dan memahaminya secara mendalam.

Dalam terminologi tajwid, mad thobi’i termasuk dalam kategori mad lazim, yaitu mad yang terjadi pada huruf-huruf yang mudharrabah, seperti ‘wa’ dan ‘ya’. Mad lazim terbagi menjadi 3 jenis, yaitu mad thobi’i, mad shilah, dan mad wajib muttasil. Namun, kali ini kita akan fokus membahas lebih lanjut mengenai mad thobi’i saja.

Cara Membaca Mad Thobi’i

Mad thobi’i terjadi pada huruf ‘wa’ panjang, yang muncul di tengah kalimat atau ayat dalam Al-Qur’an. Ada dua cara untuk membaca mad thobi’i, yaitu:

    1. Mad Thobi’i Munfasil

Mad thobi’i munfasil terjadi ketika huruf ‘wa’ panjang muncul di akhir kata atau antara dua kata dalam ayat. Mad thobi’i munfasil dibaca dengan melambatkan pengucapan huruf ‘wa’ panjang tersebut selama 2 harakat atau lebih, tergantung dari jenis huruf yang mengikuti huruf ‘wa’ tersebut.

Contoh ayat Al-Qur’an yang memuat mad thobi’i munfasil adalah:

Ayat Al-Qur’an Mad Thobi’i Munfasil
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا

Dalam contoh di atas, huruf ‘wa’ yang panjang diakhiri oleh huruf ‘ya’ atau ‘nun’. Oleh karena itu, mad thobi’i munfasil pada ayat tersebut dibaca dengan melambatkan pengucapan huruf ‘wa’ panjang selama 2 harakat.

    1. Mad Thobi’i Mutawassit

Mad thobi’i mutawassit terjadi ketika huruf ‘wa’ panjang muncul di tengah kalimat atau antara dua kata dalam ayat, dan diikuti oleh huruf yang tidak dapat dimadkan. Mad thobi’i mutawassit dibaca dengan melambatkan pengucapan huruf ‘wa’ panjang tersebut selama 2 harakat atau lebih, tergantung dari jenis huruf yang mengikuti huruf ‘wa’ tersebut.

Contoh ayat Al-Qur’an yang memuat mad thobi’i mutawassit adalah:

Ayat Al-Qur’an Mad Thobi’i Mutawassit
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ

Dalam contoh di atas, huruf ‘wa’ yang panjang diikuti oleh huruf ‘ta’ atau ‘ka’. Oleh karena itu, mad thobi’i mutawassit pada ayat tersebut dibaca dengan melambatkan pengucapan huruf ‘wa’ panjang selama 2 harakat.

Pengaruh Mad Thobi’i dalam Membaca Al-Qur’an

Mad thobi’i memainkan peran penting dalam membaca Al-Qur’an dengan benar dan memahaminya secara mendalam. Ketika kita membaca Al-Qur’an dengan menggunakan mad thobi’i yang benar, maka kita dapat menghasilkan bacaan yang indah dan merdu, sekaligus memperdalam pemahaman kita terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an.

Selain itu, penggunaan mad thobi’i juga dapat membantu kita menghindari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Dalam ilmu tajwid, terdapat beberapa kesalahan yang dapat terjadi ketika membaca Al-Qur’an, seperti terjadi hukum nun mati atau terjadinya ikhfa’. Namun, jika kita menerapkan mad thobi’i dengan benar, maka kita dapat menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dan membaca Al-Qur’an dengan baik.

FAQ

Dalam artikel ini, terdapat beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar mad thobi’i. Berikut adalah beberapa pertanyaan tersebut, beserta jawabannya:

    1. Apa saja jenis-jenis mad lazim dalam ilmu tajwid?

Jenis-jenis mad lazim dalam ilmu tajwid adalah mad thobi’i, mad shilah, dan mad wajib muttasil.

    1. Apa perbedaan antara mad thobi’i munfasil dan mad thobi’i mutawassit?

Mad thobi’i munfasil terjadi ketika huruf ‘wa’ panjang muncul di akhir kata atau antara dua kata dalam ayat, sedangkan mad thobi’i mutawassit terjadi ketika huruf ‘wa’ panjang muncul di tengah kalimat atau antara dua kata dalam ayat, dan diikuti oleh huruf yang tidak dapat dimadkan.

    1. Mengapa penggunaan mad thobi’i penting dalam membaca Al-Qur’an?

Penggunaan mad thobi’i penting dalam membaca Al-Qur’an, karena dapat membantu kita membaca Al-Qur’an dengan benar dan memperdalam pemahaman kita terhadap makna ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, penggunaan mad thobi’i juga dapat membantu kita menghindari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.

Sekian artikel ini mengenai mad thobi’i, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Jangan lupa untuk selalu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sehingga kita dapat memperoleh keberkahan dan keberlimpahan dari Allah SWT.

Sumber :